Ad Unit (Iklan) BIG

Sinopsis Our Beloved Summer Episode 1 Part 2

Post a Comment


*********Our Beloved Summer******

 Yeon Su pulang, ia tiba-tiba mendapatkan amukan dari seseorang yang baru saja ia angkat panggilan teleponnya karena lama sekali tidak mengangkat.

Sementara itu Gu Eun Ho sebagai manajernya Woong langsung mengajak Woong lari karena Woong susah tidur kemarin. Ia bekerjasama dengan Ji Woong, Eun Ho tau karena Ji Woong.

“Aku ini sudah lelah dan kau membuatku semakin lelah.” Woong ucapannya sama seperti saat kelas malam 10 tahun yang lalu dengan Yeon Su.

Eun Ho menyayangkan Woong belum memberitahukan detail pekerjaannya Woong kepada orangtuanya, Woong hanya menjelaskan kalau dirinya adalah illustrator. Ji Woong kemari ingin bilang soal sawi yang belum dipindahkan Woong, ia juga penasaran sebenarnya berapa bayarannya Woong. Eun Ho membisikkan nominalnya dan membuat Ji Woong syok.

Woong marah-marah karena Ji Woong muncul terus di hadapannya, apa sudah dipecat? Ji Woong beralasan dia ini sudah bekerja dengan baik makanya pantas untuk santai sekarang.



Yeon Su berada di kedainya Lee Sol Yi. Yeon Su mengejek kedai Sol Yi sepi, apa mau bangkrut. Sol Yi meneriakinya, gentian memarahi Yeon Su yang menolaki kencan buta selama 4 kali pada pria yang sama. Padahal pria itu sudah meluangkan waktunya yang sibuk dan mereka ada di gedung sama meski beda kantor.

“Aku benar-benar lupa.” Yeon Su tanpa merasa bersalah

“Kau masih bisa bersosialisasi dengan sifatmu itu?”

“Banyak orang di luar sana yang lebih parah dariku.”

Sol Yi merasa kasihan pada pria itu karena Yeon Su mengabaikannya, jika Yeon Su tidak datang maka pertemanan mereka usai sampai sini, Yeon Su harus berkencan dan berkenalan dengan banyak pria. Yeon Su janji akan datang, Sol Yi menebak apa Yeon Su sedingin ini karena masih kepikiran mantannya?

Yeon Su tersinggung, ia hendak pergi tapi Sol Yi menahannya. Baiklah, dia tidak akan bahas masa lalu lagi.


Eun Ho dan Ji Woong bermain basket sementara Woong minum-minum sendirian, Eun Ho kemudian menyambangi Woong dan menyarankannya untuk mengikuti kompetisi dan membuang konsep misteriusnya. Selama lima tahun Woong mengurung dirinya sendiri dan hanya menggambar demi menjadi illustrator sukses, sekarang adalah kesempatan emas yang harus Woong ambil. Kalau begini terus bisa saja Woong akan dilupakan dan dianggap peniru. Woong tidak boleh sombong dulu karena Nu-a jagga akan berkolaborasi dengan SJ, Nu-a memiliki gaya ilustrasi mirip dengan Woong.

Ji Woong lalu mengajak Woong taruhan, yang kalah akan memindahkan sawi untuk besok.


Yeon Su pulang ke rumah, langsung berbaring dan memeluk neneknya yang tertidur di luar menunggunya pulang. Yeon Su menyayangkan neneknya harus tidur di kamar saja daripada di luar. Namun neneknya beralasan di kamar panas, makanya ia tidur di luar.
Neneknya mencium aroma alcohol dari Yeon Su, menyuruhnya segera mandi dan tidur karena besok kerja.

Yeon Su membercandainya, minta dimandikan dan ingin menciumnya. Mereka tertawa, nenek kembali ke kamar.

Setelah mandi, Yeon Su mengecek berita tentang Ilustrator Ko-O. Membaca berbagai artikel mengenainya.

Pertanyaan wartawan yang menggelitik Yeon Su, [ Mengapa tidak ada manusia di setiap karyamu? ]

[ Ko-O : Aku mencintai sesuatu yang tidak berubah, sedangkan manusia seiring waktu selalu berubah. Maka tidak ada manusia ataupun waktu di gambarku.]



Ji Woong di SBC Special dan disapa Jung Chae Ran yang sudah berhari-hari tidak pulang ataupun mandi, Ji Woong menyarankannya jangan terlalu sering menginap atau terlalu mendengarkan ucapan senior mereka. Ji Woong berniat mengajak juniornya itu mengerjakan program bersama lain kali.

Park Dong Il memanggil Ji Woong, menyuruhnya mengerjakan documenter humanisme, Ji Woong menolaknya mentah-mentah. Ia ingin mengerjakan documenter lingkungan. Kemudian Park Dong Il menunjukkan video documenter Woong dan Yeon Su semasa SMA.


di Run Company

Ye In tanpa sengaja melihat video documenter Woong dan Yeon Su, ia sering melihatnya muncul di laman sosial media tetapi baru kali ini menyadari kalau ini adalah Kook Yeon Su yang ia kenal. Ji Woon dan Myung Ho ikut bergabung menonton, sama-sama terkejut melihat video tersebut. Mereka takjub bagaimana cara Yeon Su berbicara mirip sekali dengan Jang Do Yul, kasar dan arogan. Ye In merasa kalau Kook Timjangnim saat itu menyukai Woong karena Yeon Su mengajak Woong bertengkar lebih dulu.

Tanpa mereka sadari, Yeon Su berdiri di belakang mereka.

“Nona Kook, anda sudah datang?”

“Cara bicaraku mirip dengan Jang Do Yul timjangnim, berarti aku sama menyebalkannya dengan dia ya?”

“Tidak tidak, kalian bahkan tidak sebanding, kau lebih hebat.”

Mereka semua kikuk dan serba salah karena Yeon Su marah, Yeon Su berniat menghapus video tersebut. Ji Woon dan yang lainnya menyarankan untuk ajukan gugatan karena ini adalah video milik streaming.

Kemudian Yeon Su menyindir mereka sepertinya banyak waktu luang karena menonton video dan bukannya bekerja. Mereka semua langsung bekerja lagi karena merasa tidak enak.

Yeon Su lalu menjelaskan pada Ye In bukan dia yang memulai bertengkar dengan Woong, tapi Woong duluan yang memulai pertengkaran.

Sementara pimpinan Run Company bingung sebenarnya mereka membicarakan tentang apa, dia menyenggol-nyenggol Ye In tetapi Ye In tidak mau menjawab.



Ji Woong menolak memproduseri dokumenternya Woong dan Yeon Su lagi, meski populer di kanal video streaming mereka.. bukan berarti ini akan laku, bisa jadi hanya tenar sesaat.

Direktur sendiri yang memerintahkan untuk membuat documenter realitas Woong dan Yeon Su setelah sepuluh tahun lalu, anak muda 20 an pasti akan senang menyaksikan ini. Tetapi Ji Woong tidak mau, ia tidak suka membuat acara hanya karena menuruti pasar.

Park Dong Il adalah Produser yang membuat documenter Woong dan Yeon Su saat itu, ia beralasan ia tidak muda lagi dan Ji Woong lagipula paling mengenal baik dengan keduanya.

“Kau masih sering bertemu dengan mereka? Bagaimana kabar mereka? Sudah sepuluh tahun berlalu, aku juga penasaran.”

Ji Woong tampak merenung.

Eun Ho berbaring di sofa, menonton video Woong dan Yeon Su. Ia iseng ikut berkomentar [Aku temannya Choi Woong, dia masih aneh sampai sekarang.]

Panggilan telepon masuk, Eun Ho meneriaki Woong tetapi tidak digubris. Eun Ho langsung syok melihat ponsel Woong, ia berlari menemui Woong memintanya mengangkat panggilan tersebut.



Dari idol populer yang bernama NJ, Woong berterima kasih karena berkat NJ membeli ilustrasinya, karyanya menjadi ikut populer. NJ berniat bertemu dengan Woong di studionya, Woong dengan bodohnya bilang ia harus memindahkan sawi (wkwkw)

Eun Ho senang sekali kalau NJ kemari. Woong sendiri merasa aneh, dulu NJ duluan yang minta kontaknya. Tadi NJ terdengar marah “Hanya bilang terima kasih?”

Jangan-jangan NJ mau minta gambar gratis. Namun Eun Ho menyadarkannya, toh NJ itu kaya raya dan beritanya dia beli gedung seharga 15 milliar won. Harusnya Woong memberi apa saja yang dia mau kalau memang kemari.


Eun Ho bingung mencari pakaian apa yang cocok untuk dikenakan Woong. Tanpa sadar ia menemukan kaos pasangan, ekspresinya Woong langsung berubah.

“Kau manis juga, ya Hyung…”



Woong disapa oleh dua perempuan yang mengenalinya dari video documenter.

“Kau Choi Woong kan? Murid peringkat terakhir”

“Bukan, kau salah orang.”

Temannya merasa tidak enak, mengajaknya pergi.



 Hujan deras, Yeon Su memasuk sebuah restoran. Ia terpana melihat sosok Jang Do Yul, lagi-lagi mengenakan barang yang sama. Dulu mobil, sekarang pakaian mereka mirip tapi beda warna.

Yeon Su sudah ada janji kencan buta dengan Kang Min Su. Min Su mengulas bagaimana Yeon Su sering melupakan janji kencan mereka, kali ini ia datang hanya ingin memastikan bahwa Yeon Su memang tidak sehebat itu ditunggu. Min Su pergi setelah mengejeknya, tidak yakin Yeon Su akan dapat pasangan.

Yeon Su dicampakkan, Do Yul diam-diam tertawa. Yeon Su mendekatinya sebelum pergi, ia harap Do Yul melupakan kejadian tadi. Yeon Su menyadari Do Yul juga sendirian, ia ingin bergabung dan akan bayar pesanannya sendiri.



Yeon Su dan Do Yul minum bersama, mereka terlalu canggung jika membicarakan pekerjaan. Keduanya membicarakan baju mereka yang sama, ia bilang ia beli dengan harga diskon dan So Yul menjawab ia beli dengan harga normal. Do Yul tidak suka mengenakan baju pasangan dengan kekasihnya, melihat reaksi Yeon Su membuat Do Yul menyimpulkan Yeon Su pernah memakai baju pasangan dengan pacarnya.

Yeon Su menjelaskan, ini terkadang ketika sedang jatuh cinta akan melakukan hal-hal diluar kebiasaan. Yeon Su minta izin minum wine pesanannya Do  Yul.

Woong menunggu lama sekali, NJ belum bisa pulang dan meminta maaf karena belum bisa menemui Woong. Woong meninggalkan tempatnya, selama ia menunggu ia membuat ilustrasi di tisu.

Woong di rumah setelah mandi dan berganti baju, ia melihat Eun Ho tertidur di sofa. Woong mengambilkan selimut untuknya. Tanpa sadar sebuat ilustrasi di lantai, Woong mengambilnya dan kenangan sepuluh tahunnya muncul.

Woong pagi hari terbangun karena suara bel rumahnya berbunyi. Ia marah-marah dan meneriaki Eun Ho, Woong terpaksa membuka pintunya.



Betapa terkejutnya ia melihat Kook Yeon Su di depan rumahnya. Woong segera menutup pintunya lagi, ia panik dan mencari sesuatu. Keluar lagi, menatap Yeon Su.

“Kenapa? Mau kau tutup lagi pintunya?” Tanya Yeon Su datar

Woong melangkah mendekati Yeon Su dan menyemprotnya dengan pengharum ruangan/desinfektan.


Ji Woong menyarankan atasannya untuk jangan terlalu banyak berharap. Atasannya bingung kenapa? Masih sering bertengkar?

Ji Woong menjelaskan ini perihal tentang cinta dan benci, sekitar 5 tahunan mereka sempat berkencan tetapi hubungan mereka berakhir buruk karena saling menyakiti.

BAB : AKU TAHU YANG KAU PERBUAT MUSIM PANAS LALU

EPILOG

Yeon Su mengajak Woong putus di taman hiburan.

“Di situasi seperti ini?” Woong bingung

“Memangnya putus perlu lihat situasi?”

**

Mereka berdebat karena salah paham, Woong menganggap Yeon Su egois dan hanya senang jika semuanya berjalan lancar seperti kemauannya. Sementara Yeon Su juga kesal karena Woong.

Yeon Su pergi

“Hei, Kook Yeon Su! Kaos pasangan ini aku yang beli.”

Yeon Su langsung melepaskannya dan melemparkannya ke Woong, tertinggal kaos putih lalu pergi.

Woong menghela napas, menatap balon emotikon senyum yang dipeganginya. 


 




Karissa
Korean Drama and Harlequin lovers.

Related Posts

Post a Comment

Subscribe Our Newsletter