Ad Unit (Iklan) BIG

Sinopsis Our Beloved Summer Episode 1 Part 1

Post a Comment

Sinopsis Our Beloved Summer Episode 1

Mei 2011

Choi Woong (Choi Woo Shik) tampak ragu-ragu dan kikuk.

“Kita mulai sekarang?”

Woong membungkuk memperkenalkan dirinya, kemudian scene berpindah di kelas. Woong menguap mendengarkan pelajaran, ia membaringkan kepalanya. Melihat kamera merekam membuatnya canggung.


Produser meyakinkannya untuk pura-pura tidak melihat kamera. 

“Bagaimana aku bisa melakukannya, ini jelas-jelas ada di depan mataku”

“Lihat ke depan, dasar bodoh!” Kook Yeon Su memperingatkan Woong untuk fokus ke depan. Woong hanya menatapnya kesal.

“Apa kau lihat-lihat? Lihat ke depan sana!” Yeon Su tampak acuh tak acuh. 

Woong menarasikan pada penonton bahwa dia sedang syuting acara documenter bersama ketua kelasnya yang menyebalkan, Kook Yeon Su. Yeon Su kemudian berdiri untuk memimpin hormat kepada guru karena pelajaran telah usai. Semuanya membungkuk, setelah itu Woong beranjak hendak pergi. Yeon Su bertanya mau ke mana dan Woong menjawab dengan ketus, memangnya apa harus laporan ke Yeon Su ia mau apa dan melakukan apa?

Saat Woong berdiri, Yeon Su langsung mengadu ke produser bahwa ia tidak mau syuting dengan orang bodoh seperti Woong. Woong menoleh karena marah, Yeon Su memarahi Woong yang sudah syuting berhari-hari tetapi masih saja kikuk dan malu di depan kamera. 

Jika Woong terus begini maka nilai Yeon Su bisa turun. Woong balas mengejek Yeon Su yang terlalu pintar dan punya keterampilan sosial rendah. Lagian kalau mau belajar ya tinggal belajar saja dan fokus, tidak usah pusing memikirkan Woong segala. Woong pergi, sementara Yeon Su semakin marah karenanya.


Kini giliran Yeon Su yang bercerita di kamera. Ia memperkenalkan dirinya dan menceritakan awal mula bisa mengenal Woong. Saat itu dia kelas 10, sedang meminjam buku di perpustakaan. Guru yang bertugas syok melihat jumlah buku yang dipinjam Yeon Su. Menasehatinya, nanti kalau Yeon Su sudah lulus maka ia bisa membaca semua buku ini.

Yeon Su bilang ini sedang masanya ujian, jadi buku yang ia pinjam tidak sebanyak biasanya. Saat hendak pergi, mata Yeon Su teralihkan pada tulisan daftar pembaca buku terbaik bulan ini. 

“Bu Guru, siapa itu Choi Woong?” Woong juga pembaca nomor satu bulan lalu. Guru memberitahu barangkali Woong ada di sudut sana.

Yeon Su mendekati Woong karena penasaran. Ia menganggap Woong adalah orang yang aneh, pertemuan pertama mereka ada di tempat yang sama sekali tidak cocok untuk Woong.




Yeon Su memperkenalkan dirinya lalu bertanya Choi Woong peringkat berapa di sekolah. Dengan bingung Woong menjawab ia peringkat 267. Yeon Su langsung ilfeel, jumlah murid seangkatan mereka 267 itu berarti Woong peringkat terendah. 

Namun Woong di interview ingat pertemuan pertama mereka adalah saat upacara penerimaan murid baru. Kook Yeon Su dipanggil kepala sekolah untuk menerima penghargaan sebagai murid nomor satu di sekolah. 



Woong merasa aneh dengan namanya Yeon Su, seolah memperlihatkan kombinasi Yeon Su pintar matematika, bahasa, dan kimia. Cara berjalannya pun juga aneh, seperti ayam jantan yang mengajak lawannya bertengkar. 

Saat kembali ke barisannya pun Yeon Su sudah jadi bahan gunjingan siswa pria lain, karena Yeon Su mengenakan pakaian yang biasa-biasa saja. Saat Yeon Su tanpa sengaja menatap Woong, Woong ingin balas tersenyum padanya karena Yeon Su murid paling pintar seangkatannya. 

Tetapi malahan Yeon Su judes padanya “Lihat apa kau?”

Membuat Woong memalingkan pandangannya dan merasa Yeon Su aneh sekali.



Yeon Su membawakan buku ke meja guru, ia melihat Woong yang dihukum mengangkat kedua tangannya. 

“Bagaimana? Kau mempertimbangkan untuk tampil di documenter itu? Produsernya adalah temanku, dia tidak akan merepotkanmu. Tapi kalau mengganggumu belajar, kau bisa menolaknya.”

“Aku akan sendirian?”

Guru menjelaskan dokumenter ini untuk merekam tentang murid paling pandai di sekolah dan yang peringkat terendah. Disaat yang sama Woong dipukul gurunya dengan buku karena menurunkan tangannya.

Yeon Su bertanya apakah dia akan mendapatkan bayaran jika mau tampil. Guru menjawab tentu saja. Sesaat sebelum pergi Yeon Su memandang Woong sebentar, Woong dengan dirinya benar-benar jauh berbeda.



**

Produser sampai datang ke tempat usaha orangtuanya Woong demi mengajak Woong syuting dokumenternya. Woong bergegas kabur melihat Produser dan orangtuanya, namun Woong diseret kembali.

Ayah dan ibunya menyayangkan kenapa Woong tidak bilang kalau mau syuting?. Woong berkilah ia sudah menolak, tidak mau karena wajahnya nanti dikenali orang banyak, lagian ia sudah kelas 12 dan ini bisa mengganggu waktu belajarnya. Ayah Woong bersikukuh Woong harus mau karena orangtuanya juga tidak tau apa saja yang dilakukan Woong di sekolah.




Produser juga meyakinkan ini bisa menjadi kenangan seumur hidup bagi Woong. 

“Harusnya kau bersyukur karena akan dipasangkan dengan juara umum. Jangan konyol!”

“Tapi.. dia itu agak aneh orangnya!”

Dan begitulah kenapa mereka berdua bisa syuting dokumenter ini. Meski sangat terpaksa.


Hari H syuting, Woong akan berada di kelasnya Yeon Su selama sebulan, guru berharap murid lainnya bisa memaklumi meski sedikit tidak nyaman karena ada banyak kamera.

Woong duduk di dekat Yeon Su, ia segera menata pensil, buku dan buku-bukunya dengan berisik. 

Dalam hati Yeon Su kesal sekali, ini lebih mengganggu dari yang ia bayangkan. (Di sini Woong keliatan kayak Mr Bean pas ujian Hahahahaha, heboh sendiri dan berisik)

Yeon Su mengejeknya dalam hati, tong kosong memang nyaring bunyinya. 

**

Woong merasa mendengar sesuatu, langsung tanya apa Yeon Su tadi bicara padanya?. Yeon Su masih bersikap ketus, ia memperingatkan Woong kalau sampai barang-barangnya masuk ke batas mejanya maka Yeon Su akan membuangnya.

Woong masih sibuk memilih pulpen warna apa yang akan dia gunakan. Ia diam-diam menggeser buku Yeon Su. Woong dalam hati menyebut Yeon Su ini lebih menjengkelkan daripada yang ia bayangkan.



Makan siang di kantin, Woong tampak tidak nyaman karena ada banyak kamera. Woong sebenarnya ingin berteman baik dengan Yeon Su, tetapi mengurungkan niatnya. Tanpa sengaja Woong membuat sosis di wadah makannya terbang dan menempel di lengan Yeon Su. 

“Maaf”

Yeon Su menatap tajam sosis di bajunya, ia menyingkirkannya. Lalu membalas Woong dengan pura-pura membuka sausnya sehingga menyiprat di bajunya Woong. Produser dan cameramen saling tatap melihat kedua anak ini.

“Tapi aku sudah minta maaf tadi.” Woong kesal bajunya kotor

“Aku tidak merasa bersalah.”

Yeon Su dan Woong memang tidak cocok. 

Pelajaran olah raga, Woong dan Yeon Su satu tim. Woong sudah terkena bola dan kesakitan, tapi Yeon Su malah mengarahkannya untuk terus main dan menjadikannya tameng, sampai membuat Yeon Su terkena bola di dahinya dan jatuh. 

“Kau tidak apa?” Woong mengulurkan tangannya, Yeon Su meremas keras Woong karena kesal.

Saat pelajaran, Yeon Su sering sekali mengangkat tangannya untuk bertanya pada guru. Woong yang mengantuk menjadi terganggu, bahkan saat pelajaran telah selesai Yeon Su masih mengangkat tangannya untuk bertanya lagi. Membuat Woong menyimpulkan Yeon Su ini egois sekali.



Woong paling senang berbaring dan menatap sinar matahari dari sela-sela dedaunan. Mereka masih syuting, Yeon Su marah karena Woong tidak segera mengembalikan buku itu. Yeon Su kesal karena Woong selalu bermalas-malasan.



Kelas malam, Woong membaca komik dan cekikikan sendiri. Yeon Su mengambil bukunya dan membuangnya. Mereka saling menatap tidak suka, guru mengingatkan Woong untuk jangan berisik.

**

Yeon Su dan Woong saling membahas ketidak sukaan mereka satu sama lain. Mereka berdebat dan Produser bertanya akan seperti apa mereka sepuluh tahun ke depan?

10 tahun lagi artinya mereka 29 tahun dan keduanya sama-sama tidak ingin bertemu satu sama lain, Yeon Su yakin dirinya sudah menjadi wanita karir yang sukses. Sementara Woong hanya berharap dia bisa hidup dengan tenang,

**

Sepuluh tahun kemudian, Yeon Su tidak mendapatkan masa depan yang ia harapkan saat masih SMA. Yeon Su terus menerus dicecar kritikan karena menggunakan cara-cara klise untuk menyukseskan projek mereka. Jang Do Yul Timjangnim ingin presentasi ini dipersingkat, meski geram Yeon Su mencoba melanjutkan dan menjelaskan poin utamanya. Mereka akan merekrut seorang seniman misterius dengan citra yang baik.

Jang Do Yul Timjangnim akhirnya setuju dengan presentasinya, asal Timnya Yeon Su bisa merekrut Seniman Ko-O. Ia dan timnya lalu pergi dan anggotanya Yeon Su merasa lega karena performa Yeon Su yang baik.




Yeon Su sudah marah, bagaimanapun caranya ia akan membuat Ko-O bekerjasama dengannya, sekalipun tidak ada seorangpun yang pernah melihat wajahnya.

Yeon Su menggerutu tentang sikap Jang Do Yul Timjangnim, sambil mencari mobilnya. Nahasnya Yeon Su malah salah membuka pintu mobilnya Jang Do Yul Timjangnim. Pria itu memperingatkan Yeon Su jangan membuat janji kosong dengan tidak bisa merekrut Ko-O. Jang Do Yul Timjangnim menghinanya lalu pergi. Yeon Su membanting tasnya, ia tidak menyangka akan mendengar hinaan semacam itu setelah sepuluh tahun.


Woong mengganggu syuting Ji Woong karena mengangkat tangannya, Woong dimarahi ayahnya dan Ji Woong. Mereka berdebat sebentar, lalu ibunya Woong keluar untuk mengajak Ji Woong sarapan. Ibu khawatir Ji Woong bisa telat kerja.



Woong dimarahi lagi, ia harus segera menyelesaikan yang ada di hadapannya lalu bersiap menjaga kasir. Ji Woong dan Woong berdebat, Ji Woong ingin merekam Woong juga sebagai promosi kantin supir mereka. Tapi Woong tidak mau karena ia bad mood, dan kemarin hanya tidur selama dua jam.

Woong dan Ji Woong memiliki nama yang sama walau bukan saudara, jadi sejak SD mereka selalu menoleh bersamaan jika ada yang memanggil “Woong”. Ji Woong adalah produser acara televisi dan sedang rehat sebelum jadwal syuting padat lagi. Woong dan Ji Woong selalu bertengkar dan orangtua Woong pasti akan membela Ji Woong, seperti sekarang ini Ji Woong mengerjari Woong dengan memberantakkan taoge yang sudah dipetik Woong. Saat Woong hendak membalas, Ji Woong langsung memanggil ayah dan ibu Woong.


Semua orang sudah kembali ke kantor, mereka membicarakan pertengkaran sengit Jang Do Yul Timjangnim dan Yeon Su. Yeon Su sangat hebat jika berada dalam satu tim dengan mereka, tetapi akan sangat merepotkan jika menjadi musuh.

Pimpinan perusahaan Run, Bang Yi Hoon datang dan mengajak mereka untuk makan-makan tetapi semuanya menolak dengan berbagai alasan karena sepertinya tidak enak dengan Yeon Su yang ingin terus bekerja keras menyelidiki tentang Seniman Ko O. Bang Yi Hoon ngambek dan masuk ke ruangannya.


Woong kembali dari tempat usaha ayah dan ibunya, ia mengendarai motor menuju ke rumahnya. Tampak besar dan mewah, serta artistik. Woong menyetel piringan hitam, kemudian fokus dengan pekerjaannya. Melukis.

(Kalau saya tidak salah dengar ini suaranya V BTS ~, waw dan lagi.. sejauh ini sepengetahuanku memang V sering ngisi Ost drama sahabatnya di geng Wooga wkwk, drama Park Seo Jun yang Itaewon Class juga.. )

Lanjut part 2~


Karissa
Korean Drama and Harlequin lovers.

Related Posts

Post a Comment

Subscribe Our Newsletter